VEKTOR

Vektor adalah besaran fisika yang mempunyai nilai dan arah.

PENGGAMBARAN VEKTOR

Panjang anak panah mewakili besar atau nilai vektor, sedangkan arah anak panah mewakili arah vektor.

Metode Analisis

Salah satu metode untuk menghitung Resultan dua buah vektor dapat menggunakan metode analisis.

Contoh Besaran Vektor

Kecepatan dan Perceapatan Merupakan salah satu dari contoh besaran vektor.

gory

Ilmu Fisika

Ilmu Fisika adalah cabang ilmu pengetahuan sains yang mempelajari sesuatu yang konkret dan dapat dibuktikan secara matematis dengan menggunakan rumus-rumus persamaan yang didukung adanya penelitian yang terus dikembangkan oleh para fisikawan.

Tampilkan postingan dengan label MATERI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATERI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Juni 2013

Post 16: Percepatan (Acceleration)

Percepatan adalah besaran vektor yang didefinisikan sebagai gerak di mana suatu benda selalu berubah kecepatannya setiap waktu.

Sebuah bendadapat dipercepat dengan mengubah kecepatannya. Penyiar  Olahraga sering mengatakan bahwa seseorang dipercepat jika ia bergerak cepat. Namun percepatan tidak ada hubungannya dengan jalan cepat. Seseorang bisa bergerak sangat cepat dan masih tidak dikatakatan dipercepat. Percepatan harus dilakukan dengan mengubah seberapa cepat benda bergerak. Jika suatu benda tidak berubah kecepatannya, maka benda tersebut tidak mengalami percepatan. Data di sebelah kanan mewakili sebuah benda bergerak dipercepat  ke utara. Kecepatan berubah selama berjalannya waktu. Bahkan, kecepatan berubah dengan jumlah yang konstan 10 m/s  dalam setiap  detik. 


Setiap kali kecepatan benda berubah, objek dikatakan mengalami percepatan.

Post 15: Diagram Vektor

Diagram vektor adalah diagram yang menggambarkan arah dan besar suatu besaran vector. Biasanya digunakan anak panah. Diagram vektor dapat digunakan untuk menggambarkan kecepatan benda bergerak selama gerakannya. Sebagai contoh, diagram vektor dapat digunakan untuk mewakili gerakan mobil bergerak di jalan.

Dalam diagram vektor, besarnya besaran vektor diwakili oleh ukuran panah vektor. Jika ukuran panah di setiap frame berturut-turut dari diagram vektor adalah sama, maka besarnya vektor yang konstan. Diagram di bawah menggambarkan kecepatan mobil selama gerakannya. Dalam diagram atas, ukuran vektor kecepatan konstan, sehingga diagram yang menggambarkan gerak kecepatan konstan. Dalam diagram bawah, ukuran vektor kecepatan meningkat, sehingga diagram yang menggambarkan gerak dengan kecepatan meningkat yaitu percepatan.


Diagram vektor dapat digunakan untuk mewakili kuantitas vektor. Diagram vektor akan digunakan untuk mewakili berbagai kuantitas fisik seperti percepatan, gaya momentum, dan lain-lain. pahamilah konsep fisika yang menggunakan panah vektor untuk mewakili arah dan ukuran  kuantitasnya. Ini akan menjadi representasi yang sangat penting dari gerakan benda  yang kita melangkah lebih jauh pelajaran kita tentang fisika gerak.


Slamat Belajar :)

Selasa, 11 Juni 2013

Post 14: Penerapan Penjumlahan dan Pengurangan Vektor

A. Penerapan penjumlahan vektor. 
  • Ketika perahu menyeberangi sungai maka kecepatan gerak perahu sesungguhnya   merupakan penjumlahan kecepatan gerak perahu dan kecepatan air.
  • Ketika penerjun menjatuhkan diri dari kapal, tempat ia jatuh tidak tepat dibawah kapal tetapi jauh melenceng karena adanya dua vektor gaya yaitu gaya gravitasi dan gaya dorong angin.
  • Ketika seorang pemanah menarik anak panah dari busurnya, sebenarnya arah gerak anak panah merupakan penjumlahan vektor gaya tarik tali dari kedua ujung busur.

B. Penerapan Pengurangan vektor.

     Jika kita menghitung perpindahan yang dialami benda yang bergerak maka, kita akan melakukan proses pengurangan vektor posisi benda akhir dikurangi vektor posisi benda sebelum bergerak. Tentu saja vektor posisi benda ditentukan dulu setelah adanya titik acuan

Selamat Belajar :)

Minggu, 09 Juni 2013

Post 13: Jenis-Jenis Besaran Vektor


Seperti yang sudah dijelaskan pada postingan sebelumnya, bahwa besaran vektor dalam fisika itu merupakan besaran yang tidak hanya mempunyai nilai saja, tetapi juga mempunyai arahnya juga. Nilai dan arah ini menjadi hal penting dari vector ini sendiri. Maka dari itu, seseorang akan mudah mengetahui apakah suatu besaran itu merupakan besaran vector atau bukan, karena dapat diketahui oleh arah yang dipunyai oleh besaran tersebut.

Berikut ini ada beberapa contoh besaran vector:
  • Kecepatan
Kecepatan adalah besaran visis yang menyatakan perubahan perpindahan suatu benda persatuan waktu. Satuan dari kecepatan adalah meter/sekon. Dikatakan bahwa kecepatan ini merupakan salah contoh besaran vector dapat kita tinjau pada speedometer yang khususnya mempunyai skala negative.
Dapat juga kita ilustrasikan dengan sebuah perahu bergerak dengan kecepatan A m/s. kamu bergerak searah dengan arus air, pengamat dipinggir sungai akan merasakan kamu bergerak jauh lebih cepat dari pada air. Sebaliknya, jika berlawanan dengan arus air, maka kamu akan merasakan bahwa perahu kamu bergerak lebih lambat dibandingkan dengan bergerak dengan searah arus air. 
  •  Percepatan
Percepatan didefinisikan sebagai besaran fisis akibat perubahan kecepatan terhadap waktu. Besaran percepatan sangat berkaitan dengan arah gaya yang terjadi  pada sebuah benda. Gaya dan HUkum Newton bisa dikatakan sebagai penjabaran yang cukup penting dari konse vector. 
  •  Gaya
Hukum Newton ketiga berbicara mengenai konsep vector Dalam arah yang berlawanan. Newton berpendapat bahwa terdapat pasangan gaya yang selalu bekerja pada sebuah system benda. Vector menurut newton, sebuah aksi gaya pada sebuah benda akan selalu diikuti dengan hadirnya gaya tersebut dengan nilai yang sama dengan gaya itu, arah benda yang berlawanan, dan garis kerja gaya pada benda yang berlainan.

Post 12: Besaran dan Satuan


A.   Besaran dan Satuan :
Besaran adalah sesuatu yang mempunyai besar ( nilai ) dan satuan .
Dalam fisika ada beberapa besaran yang tidak memiliki satuan , antara lain : koefisien gesek , indeks bias , lembab nisbi dan efisiensi / daya guna .
Besaran Pokok dan Besaran Turunan  
1.1.Besaran Pokok  : adalah besaran yang digunakan sebagai dasar untuk mendifinisikan besaran lain . Besaran pokok ini bebas terhadap besaran pokok lainnya.
Tujuh besaran pokok , lambang dan dimensi dalam fisika : 
No
Besaran Pokok
Lambang
Dimensi
Besaran
Satuan
1
Panjang
l
m
L
2
Massa
m
kg
M
3
Waktu
t
s
T
4
Kuat arus
i
A
I
5
Suhu
T
K
θ
6
Intensitas cahaya
Φ
cd
 J
7
Kuantitas zat
n
mol
N
   1.2.Besaran  Turunan : Besaran yang diturunkan dari besaran  pokok                     .
No.
Besaran Turunan
Nama Satuan
Lambang Satuan
1
Kecepatan
meter/sekon
m/s = m.s -1
2
Percepatan
meter/sekon2
m/s2 = m.s -2
3
Luas
meter 2
m 2
4
Volume
meter 3
m 3
5
Massa jenis
kilogram/m3
kg/m3 = kg.m-3
6
Berat
newton
kg.m/s2 = kg.m.s-2
7
Gaya
newton
kg.m/s2 = kg.m.s-2
8
Energi
joule
kg.m2/s2  = kg.m-2.s.-2
9
Daya
watt
kg.m2/s  = kg.m-2.s.-1
10
Tekanan
pascal
kg./m s2  = kg.m-1.s.-2















B.   Vektor 
2.1. Besaran Vektor dan Skalar .
       Besaran Vektor  :  adalah besaran yang mempunyai besar dan arah .
       Contoh besaran vektor :  kecepatan , percepatan , gaya , berat , impuls , momentum.

       Vektor dapat digambar dengan sebuah tanda anak panah.                        

      Besaran Skalar : adalah suatu besaran yang mempunyai besar saja.
      Contoh  :  panjang , massa , waktu , massa jenis , usaha , energi , daya .
      Jumlah /selisih Vektor : Jumlah atau selisih vektor disebut resultante vektor  .
2.2 Penjumlahan vektor




 

       a. Dengan segitiga vektor


  : 




       b. Dengan  jajaran genjang  :

      





Jumat, 07 Juni 2013

Post 9: Vektor Part 3

           Some physical quantities such as length, area, volume and mass can be completely described by a single real number. Because these quantities are describable by giving only a magnitude, they are called scalars. [The word scalar means representable by position on a line; having only magnitude.] On the other hand physical quantities such as displacement, velocity, force and acceleration require both a magnitude and a direction to completely describe them. Such quantities are called vectors.
If you say that a car is traveling at 90 km/hr, you are using a scalar quantity, namely the number 90 with no direction attached, to describe the speed of the car. On the other hand, if you say that the car is traveling due north at 90 km/hr, your description of the car's velocity is a vector quantity since it includes both magnitude and direction.
To distinguish between scalars and vectors we will denote scalars by lower case italic type such as a, b, c etc. and denote vectors by lower case boldface type such as u, v, w etc. In handwritten script, this way of distinguishing between vectors and scalars must be modified. It is customary to leave scalars as regular hand written script and modify the symbols used to represent vectors by either underlining, such as u or v, or by placing an arrow above the  symbol..

Selasa, 04 Juni 2013

Post 8: Vektor Part 2

Menggabungkan atau Menjumlahkan Besaran vektor
a.      Secara Grafis

1.      Metode Poligon

Penggabungan vektor secara poligon dilakukan dengan cara menggambar vektor-vektor yang digabungkan tersebut secara berurutan (diteruskan). Kemudian Vektor resultannya (R) digambar dengan menghubungkan titik awal sampai akhir. (seperti pada gambar)


                                     

2.      Metode Jajaran genjang
Penggabungan vektor secara jajaran genjang dibuat dengan cara menggambar vektor-vektor yang akan digabungkan dari titik awal yang sama, kemudian buatlah garis sejajar vektor tadi (garis putus-putus) dari kedua ujung vektor yang digabungkan sehingga diperoleh titik potongnya. Terakhir gambarlah Vektor Resultannya dengan menghubungkan titik awal ke titik potong. (seperti pda gambar) 
                                                    


b.      Secara Analitis (Perhitungan)

1.      Jika arahnya sama
Resultan vektor yang arahnya sama dihitung dengan menjumlahkan besar dari kedua vektor yang digabungkan.

                        R  = V1  +  V2

2.      Jika arahnya berlawanan
Resultan vektor yang arahnya sama dihitung dengan mengurangkan besar dari kedua vektor yang digabungkan (dihitung selisihnya).

                        R  = V1  -  V2

3.      Jika saling mengapit sudut
Resultan dari vektor yang arahnya tidak sama dan tidak berlawanan atau arahnya saling mengapit sudut dihitung dengan menggunakan rumus sbb :

selamat belajar ..

Sabtu, 25 Mei 2013

Post 2: Vektor Part 1



Skalar dan Vektor

Dalam pelajaran fisika kita selalu berhu-bungan dengan besaran, yaitu sesuatu yang dapat diukur dan dioperasikan.
Besaran Skalar: besaran yang dinyatakan dengan nilai (harga atau magnitude) dan satuannya.
Contoh besaran skalar : , massa, waktu, laju, kerja dan energi.
Besaran Vektor: besaran yang dinyatakan dengan nilai, satuan dan arahnya. 
Contoh besaran vektor : posisi, perpindahan, kecepatan, percepatan, gaya, berat, dan momentum.

Notasi Geometris

Besaran vektor dituliskan dengan tanda panah diatas besaran tersebut atau dengan huruf tebal. Besaran atau nilai dinyatakan dengan harga mutlaknya.
Vektor dapat direpresentasikan secara grafik dengan menggunakan anak panah, arah anak panah menyatakan arah vektor tersebut, dan panjang anak panah sebanding dengan nilai vektornya.

Vektor dalam ruang

Misal titik P(x, y, z) berada dalam ruang, maka ada ruas garis berarah OP dengan vektor posisi p, di mana p = xi + yj +zk.

Vektor satuan

Vektor satuan adalah vektor yg panjangnya 1. contohnya :



Ada beberapa metode dalam penjumlahan vektor :
1. Metode grafis
    a.Metode Segitiga



Langkah-langkah :
- gambarkan vektor a, kemudian tariklah vektor b dari ujung vektor a
- gambarkan resultan dari vektor a dan b  yaitu a+b dari pangkal vektor a 

  b. Metode Jajargenjang


Langkah-langkah:
- gambarkan vektor a
- gambarkan vektor b dari pangkal vektor a
- buatlah sisi-sisi dari masing-masing vektor
- tariklah diagonal jajargenjang atau disebut resultan vektor a+b

2. Metode analitis


Semoga Bermanfaat ..